Friday, November 22, 2013

Gugur

Posted by with No comments
Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Tiada kuasa lagi menegak Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya Ke dada musuh yang merebut kotanya
Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Ia sudah tua luka-luka di badannya
Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya
Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya
Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Belumlagi selusin tindak mautpun menghadangnya. Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata : ” Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah. Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta Kita bukanlah anak jadah Kerna kita punya bumi kecintaan. Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya. Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
 
Bumi kita adalah kehormatan. Bumi kita adalah juwa dari jiwa. Ia adalah bumi nenek moyang. Ia adalah bumi waris yang sekarang. Ia adalah bumi waris yang akan datang.” Hari pun berangkat malam Bumi berpeluh dan terbakar Kerna api menyala di kota Ambarawa
Orang tua itu kembali berkata : “Lihatlah, hari telah fajar ! Wahai bumi yang indah, kita akan berpelukan buat selama-lamanya ! Nanti sekali waktu seorang cucuku akan menacapkan bajak di bumi tempatku berkubur kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur Maka ia pun berkata : -Alangkah gemburnya tanah di sini!”
Hari pun lengkap malam ketika menutup matanya
W.S Rendra    

Gerilya

Posted by with No comments
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
 
terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor diketuk gerbang langit dan menyala mentari muda melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah dengan sayur-mayur di punggung melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis dan duka daun wortel
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya anak janda berambut ombak ditimba air bergantang-gantang disiram atas tubuhnya
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani berlindung warna malam sendiri masuk kota ingin ikut ngubur ibunya
Siasat Th IX, No. 42 1955

Ws Rendra

Aku Tulis Pamplet Ini

Posted by with No comments
Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk, dan ungkapan diri ditekan menjadi peng – iya – an Apa yang terpegang hari ini bisa luput besok pagi Ketidakpastian merajalela. Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki menjadi marabahaya menjadi isi kebon binatang
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi, maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan. Tidak mengandung perdebatan Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan
Aku tulis pamplet ini karena pamplet bukan tabu bagi penyair Aku inginkan merpati pos. Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.
Aku tidak melihat alasan kenapa harus diam tertekan dan termangu. Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar. Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ? Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan. Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.
Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api. Rembulan memberi mimpi pada dendam. Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah
yang teronggok bagai sampah
 
Kegamangan. Kecurigaan. Ketakutan. Kelesuan.
Aku tulis pamplet ini karena kawan dan lawan adalah saudara Di dalam alam masih ada cahaya. Matahari yang tenggelam diganti rembulan. Lalu besok pagi pasti terbit kembali. Dan di dalam air lumpur kehidupan, aku melihat bagai terkaca : ternyata kita, toh, manusia !
Pejambon Jakarta 27 April 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi  

Perempuan yang Tergusur

Posted by with No comments
 Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon
 
Aku terjaga dan termangu menatap rak buku-buku mendengar hujan menghajar dinding rumah kayuku. Tiba-tiba pikiran mengganti mimpi dan lalu terbayanglah wajahmu, wahai perempupan yang tergusur!
Tanpa pilihan ibumu mati ketika kamu bayi dan kamu tak pernah tahu siapa ayahmu. Kamu diasuh nenekmu yang miskin di desa. Umur enam belas kamu dibawa ke kota oleh sopir taxi yang mengawinimu. Karena suka berjudi ia menambah penghasilan sebagai germo.
Ia paksa kamu jadi primadona pelacurnya. Bila kamu ragu dan murung, lalu kurang setoran kamu berikan, ia memukul kamu babak belur. Tapi kemudian ia mati ditembak tentara ketika ikut demontrasi politik sebagai demonstran bayaran.
Sebagai janda yang pelacur kamu tinggal di gubuk tepi kali dibatas kota Gubernur dan para anggota DPRD menggolongkanmu sebagai tikus got yang mengganggu peradaban. Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada. Jadi kamu digusur.
Didalam hujuan lebat pagi ini apakah kamu lagi berjalan tanpa tujuan sambhil memeluk kantong plastik yang berisi sisa hartamu? Ataukah berteduh di bawah jembatan?
Impian dan usaha bagai tata rias yang luntur oleh hujan
 
mengotori wajahmu. kamu tidak merdeka. Kamu adalah korban tenung keadaan. Keadilan terletak diseberang highway yang bebahaya yang tak mungkin kamu seberangi.
Aku tak tahu cara seketika untuk membelamu. Tetapi aku memihak kepadamu. Dengan sajak ini bolehkan aku menyusut keringat dingin di jidatmu?
O,cendawan peradaban! O, teka-teki keadilan!
Waktu berjalan satu arah saja. Tetapi ia bukan garis lurus. Ia penuh kelokan yang mengejutkan, gunung dan jurang yang mengecilkan hati, Setiap kali kamu lewati kelokan yang berbahaya puncak penderitaan yang menyakitkan hati, atau tiba di dasar jurang yang berlimbah lelah, selalu kamu dapati kedudukan yang tak berubah, ialah kedudukan kaum terhina.
Tapi aku kagum pada daya tahanmu, pada caramu menikmati setiap kesempatan, pada kemampuanmu berdamai dengan dunia, pada kemampuanmu berdamai dengan diri sendiri, dan caramu merawat selimut dengan hati-hati.
Ternyata di gurun pasir kehidupan yang penuh bencana semak yang berduri bisa juga berbunga. Menyaksikan kamu tertawa karena melihat ada kelucuan di dalam ironi, diam-diam aku memuja kamu di hati ini.
Cipayung Jaya 3 Desember 2003 Rendra  

Monday, November 18, 2013

Tipe Wanita Yang Disunnahkan Untuk Dilamar

Posted by with No comments
Karya : Syaikh Hasan Ayyub

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya :

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.
Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta'ala,
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21) .


2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.
Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman,
Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74) .

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.


3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya,

Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu? .

Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda,

Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan.

Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayah nya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."


4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."

5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).


6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.

Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta'ala,

"Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34) .

Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
"Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah).


7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita.

Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.

Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.


Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetakan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar
tentang-pernikahan.com

Menikahlah Dengan Perasaan Dan Hati Bukan Logika

Posted by with No comments

Menikahlah Dengan Perasaan Dan Hati Bukan Logika

Dalam Pernikahan banyak hal yang harus kita perhatikan, salah satunya
cinta, perasaan dan uang. Ketiga hal tersebutlah yang kadangkala
membuat kita bingung harus pilih yang mana. Namun pada dasarnya hanya
diri kitalah yang tahu siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita yang
benar- benar tepat.
Janganlah terlalu cepat menilai seseorang dari penampilan pisik dan
seabreg kelebihan-kelebihan lainnya, karena semua itu kadangkala
hanyalah sebuah topeng yang akan jelas terlihat setelah kita hidup
bersamanya.
Hidup adalah sebuah pilihan yang harus ditempuh setiap orang dan allah
telah menetapkan takdir setiap manusia dimuka bumi atas kehendaknya
yang tidak bisa dirubah oleh siapapun. Dan kita sebagai makhluk
ciptaanNya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan apa yang terbaik
dalam hidup dan tentunya dengan extra kerja keras.
Tak ada rasa penyesalan yang dalam atas pilihan hidup yang telah kita
lalui karena pada akhirnya kita hanya akan menyalahkan Tuhan…
naudzubillah…
Masa pahit yang telah kita lalui jangan-lah dijadikan alasan atas
pilihan-pilihan hidup yang telah kita buat, justru rasa pahit itulah
yang kita jadikan cambuk atas apa yang kita lakukan agar kita menjadi
manusia yang lebih baik dan lebih lebih lebih.
* Pernikahan harus didasari cinta karena tanpa cinta hati kita akan
mati, kita menikahi seseorang bukan hanya terpaku apa yang ada di raga
orang tersebut tetapi seluruh jiwa dan raganyalah yang kita nikahi,
jadi sekali kita memutuskan tuk menikah hanya sekali itulah cinta kita
berlabuh kedalam hatinya.
* Pernikahan harus pula didukung oleh Perasaan karena tanpa perasaan,
cinta kita akan mati dan tanpa cinta perasaan kita akan hilang. The
point is : Cinta dan perasaan adalah dua hal yang tidak dapat
dipisahkan Karena dua hal tersebut berasal dari satu hati yang sama.
Memang benar kadangkala Cinta membutakan perasaan kita, namun seberapa
buta dirikita nantinya hanya kitalah yang mampu merubahnya.
* Memang uang menjadi salah satu dari sekian banyak kasus perceraian,
namun janganlah kita mendewakan uang karena itu hanyalah titipan tuhan
yang dapat diambil dan dikembalikan kepada kita hanya semudah
membalikan telapak tangan. Berapapun gaji yang diterima oleh masing 2 pasangan
kita, kita harus bersyukur karena coba tengok kebelakang …berapa
ribu orang yang mengemis, menganggur, mengamen dijalan karena mereka
tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Semakin kita bersyukur atas apa yang kita terima…insya Allah…Allah
akan menambah Rizki kita dalam hitungan sepersekian detik.
Cobaan dalam rumah tangga memang tidak sedikit…sekecil apapun
masalahnya akan tetap menjadi masalah yang harus secepatnya
diselesaikan. Dari pengalaman hidup yang saya alami ada beberapa hal
yang mungkin sedikit dapat membantu kita menyelesaikan setiap konflik
atau mungkin menjaga agar konflik tersebut tidak sampai hadir dalam
rumah tangga kita.
1. Usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan masing masing pasangan
walaupun hanya dalam hitungan detik karena dengan begitu pasangan kita
akan merasa dihargai dan akan melakukan hal yang sama.
2. Jangan biarkan masalah menginap satu malam diatas tempat tidur
kita….sebelum kita memutuskan untuk tidur, masalah tersebut haruslah
sudah selesai dengan kata MAAF, karena kita tidak akan pernah apakah
kita akan bangun lagi dikeesokan harinya sebelum mengucapkan maaf.
3. Cobalah untuk diam dikala salah satu dari kita dalam kondisi marah,
dan barulah kita, masuk setelah marah dalam dirinya sudah mulai reda.
4. Berilah kepercayaan penuh kepada pasangan kita, insya allah dia
akan menjaga kepercayaan yang kita berikan.
5. Hindari rasa cemburu yang membabi buta tanpa alasan yang jelas. Be
Positive for Everything he/she do.
6. Cobalah tuk bersikap terbuka satu sama lain dengan menyebutkan
kelebihan dan kekurangan masing masing kita tanpa rasa beban…
misalnya:
Aku ngga suka atas apa yang kamu lakukan……bla bla bla.. Sayang ..
.kamu kelihatan cantik sekali hari ini
Berilah pujian walaupun sedikit dan sederhana dan jangan lah jadikan
kekurangan pasangan kita sebagai senjata tuk melemahkannya dikala kita
bertengkar.
7. Ucapkan kalau kita mencintainya setiap kali kita mau tidur, bangun
tidur, ngobrol dan hal itu harus dilakukan setiap hari. Memang
sederhana ….namun khasiatnya sangatlah luar biasa..kita akan merasa
memiliki satu sama lain dan batin batin kita terdapat sebut tali pengikat yang
sangat kuat, dimanapun kita berada, dia selalu ada dalam hati kita dan
menemani setiap aktifitas yang kita lewati sehari hari.
8. Jadikan pasangan kita sebagi Teman, Sahabat, Kakak, Adik, Suami,
Istri dan Pengganti dari orang tua kita dan Insya Allah pertengkaran
itu dapat dihindari.
9. Buang jauh segala permasalahan hidup diluar dan jangan dibawa
pulang kerumah..bedakan mana rumah, mana kantor.
10. Buatlah rumah kita sebagai tempat peristirahatan, peredam,
penyelesaian konflik atas semua permasalahan hidup yang kita hadapi.
Konflik akan selalu ada dalam kehidupan ini, tinggal bagaimana kita
menyikapi atas setiap konflik yang ada secermat, searif dan
sebijaksana mungkin.
MENIKAHLAH DENGAN PERASAAN DAN HATI DAN BUKAN DENGAN LOGIKA, KARENA
KITA TAK AKAN PERNAH TAHU APAKAH LOGIKA KITA AKAN BENAR ATAU TIDAK
TETAPI JIKA PERASAAN DAN HATI KITA YANG BERJALAN, INSYA ALLAH KITA TIDAK AKAN
SALAH DALAM MEMBUAT PILIHAN DALAM HIDUP.
Sumber;
http://tentang-pernikahan.com/article/articleindex.php?aid=806&cid=1

Monday, November 11, 2013

SAJAK SEBATANG LISONG

Posted by with No comments
menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang
 
berak di atas kepala mereka 
matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan 
aku bertanya tetapi pertanyaan - pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis - papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan 
delapan juta kanak - kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya ????????.. 
menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana - sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan 
dan di langit para teknokrat berkata : 
bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor 
gunung - gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes - protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam 
 
aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair - penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan termangu - mangu di kaki dewi kesenian 
bunga - bunga bangsa tahun depan berkunang - kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta - juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra ??????????? 
kita mesti berhenti membeli rumus - rumus asing diktat - diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa - desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata 
inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan 
RENDRA( itb bandung - 19 agustus 1978 )