Wednesday, March 21, 2012

Puisi Untuk Hana

Seuntai kata-kata mutiara selalu memberi arti hidup ini.
Betapa bijak sang biduk menari diatas awan pekat.
Dimana hana tak bergeming dibawah rintik derai hujan.
Meronta hati meromok tak karuan.
Disitu hanya ada bayangan senja yang kian memudar
diantara mendung yang kian menjalar di ufuk barat.
Hingga tak ada lagi sinar yang dapat menerangi hana.....

dari senja yang perlahan berganti malam.
Tak ada bintang, tak ada pula sinar rembulan.
Hanya bayangan masa lalu berkecamuk mengiris
diantara air mata yang mencair bersama hujan.

Suara tangsimu terpecah tak terdengar,
binatang malam pun juga tak bernyanyi.
Semua tertunduk tak berdaya, tak berani
menengadahkan harapan diatas tangan mereka.
Bintang dan rembulan pun tak ingin melihatmu
terluka, dengan bersembunyi dibalik mendung.
Hanya bingkai hujan yang dapat menemani
dan membungkus kenanganmu dari kejamnya
sang malam.

Jika hari ini tak dapat kau saksikan cahaya terang,
mungkin esok masih ada harapan untuk kembali
melangkah dan berlari menuju senyum indahmu
yang selama ini menghilang dari pandanganku.

0 komentar:

Post a Comment