Thursday, September 8, 2016

Secerca Rasa

Malam yang begitu dingin, terpikir di benakku untuk meluapkan segala kesedihan. Masalah datang silih berganti. Saat kurasa menemukan yang pas, ternyata ia sudah ada yang memiliki. Saat ada yang mendekat, hati ini tak mau memberi kesempatan.
Jika aku mencintai seseorang, aku tak boleh memaksa, Allah maha tau. Allah tau yang baik untukku dan yang mana jodohku.
Ya Allah, hanya Kau yang mampu membolak-balikkan hati ini. Hanya Kau yang bisa ku yakini, hanya padaMu aku memohon.
Doaku "Jika dia jodohku, maka dekatkanlah dan sadarkan dia jika aku ada untuknya. Tetapi jika dia bukan jodohku, tolong teguhkan hatiku agar tak memiliki rasa yang lebih untuknya. Serta tunjukkan jodohku agar selalu dijalan yang benar." Aamiin. Doa sederhana yang bisa membuatku melupakan yang memang bukan untukku.
Gejolak di dalam hati mengingat ada orang yang mencintaiku tetapi hati ini tak mau menerima. Aku tau bagaimana rasanya menjadi orang yang mencintai tanpa dibalas. Aku tak mau dia merasakan hal yang sama, aku tak mau menyakitinya, tapi aku tak bisa dengannya. Aku hanya bisa berdoa semoga saja dia bisa mendapatkan yang terbaik. Jodohnya sudah disiapkan, dan aku yakin itu bisa membahagiakannya.
Semua rasa itu pernah kurasakan, kini ku hanya ingin berserah diri pada Allah, daripada aku hanya memikirkan hal yang membuatku lelah. Aku pasrahkan semua keputusan pada-Nya. Kini kusimpan cintaku dalam diam.

Tuesday, September 6, 2016

Dalam Diam

Aku tak perlu merayu
Aku tak perlu mengaku
Aku tak perlu berkata
Rasa di hati begitu dalam

Kau tak perlu tahu
Kau tak perlu tanya
Kau tak perlu bicara
Rasakan dalam jiwamu
Pesanku pada relung hatimu

Jangan ungkapkan
Jangan ucapkan
Jangan gambarkan
Balas dengan rasamu

Sampaikan itu pada hatiku
Sampaukan itu pada jiwaku
Sampaikan pada Tuhan
Kita akan bersama
Kita akan menjadi sepasang
Kita akan bahagia

Sunday, September 4, 2016

Sendiri

Lantunan merdu suara alam
Kicauan indah sang  burung
Terangnya sang surya
Lembutnya desau angin

Membangunkan hati yang terpuruk
Memapah rasa yang mulai lemah
Menyadarkan jiwa
Akan adanya bahagia

Kucoba tersenyum
Berusaha jadi lebih indah
Ku kepakkan semangatku
Ku ayunkan keberanianku
Kan ku tapaki jalan hidup

Sendiri ku lalui ini
Menyadarkan artinya hadirmu
Ku kan menunggumu
Datanglah dan bahagiakan ku

Saturday, September 3, 2016

Rasa Ini

Memandang serpihan rasa yang tercecer
Ingin ku rangkai kembali
Namun ku tak berdaya
Mengingat ucapanmu
Membuatku tak ingin lagi
Tak mau merasakan seperti dulu

Biarlah semua berlalu
Kan ku pendam dalam
Ku tabur rasa yang lain
Pada orang lain
Yang mampu membuatku tersenyum
Melupakan semua bayangmu
Menjalin rangkaian rasa indah
Rasa yang tulus
Rasa yang kuat
Rasa yang bertahan walau badai menerjang

Kucukupkan segala bayangmu
Kupendam semua rasa untukmu
Kurelakan kau pergi
Jangan pernah kau datang lagi
Sudah tak ada ruang untukmu
Pergilah
Biarkan ku dengan yang lain