Tuesday, June 19, 2012

Perbedaan Antara Suka, Sayang, dan Cinta

* Saat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk
keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia
dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau akan melakukan apapun untuk
kebahagiaannya walaupun kau harus
mengorbankan jiwamu.
* SUKA adalah saat ia menangis,
kau akan berkata “Sudahlah, jgn
menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis,
dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis,
dan kau akan membiarkannya
menangis dipundakmu sambil berkata,
“Mari kita selesaikan masalah
inibersama-sama.”
* SUKA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Ia sangat cantik dan
menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya,
kau akan melihatnya darihatimu dan
bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Buatku dia adalah
anugerah terindah yang pernah Tuhan
berikan padaku..”
* Pada saat orang yang kau SUKA
menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau
lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG
menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTA
menyakitimu,
kau akan berkata, ”Tak apa dia hanya
tak tau apa yang dia lakukan.”
* Pada saat kau SUKA padanya,
kau akan MEMAKSANYA untuk
menyukaimu.
* Pada saat kau SAYANG padanya,
kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH...
* Pada saat kau CINTA padanya,
kau akan selalu MENANTINYA dengan
setia dan tulus…
* SUKA adalah kau akan menemaninya
bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan
menemaninya di saat dia
membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan
menemaninya di saat bagaimana
keadaanmu.
* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan
menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi
dengan rela.
Tapi ingatlah:
Hanya cinta yang bersemi karena iman
dan akhlaq yang mulialah yang suci
dan sejati.
Cintailah kekasihmu karena iman, amal
sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu
abadi.
“Cinta karena Allah tidak akan
bertambah hanya karena orang yang
engkau cintai berbuat baik kepadamu,
dan tidak akan berkurang karena ia
berlaku kasar kepadamu.” (Yahya bin
Mu’az)

Berusaha Tegar

Tulisan dari hati yang coba untuk ku
rangkai walau hati ini sadar tak
seberapa indahnya goresan dari
fikiranku ini…
buat seseorang yang telah
mengganggu fikiran ku..
buat seseorang yang telah membuat
ku untuk terus menyunggingkan
senyuman ini…
buat seseorang yang membiarkanku
untuk tetap menjadi diri ku sendiri…
buat seseorang yang menyemangati
hari-hari ku…
buat seseorang yang menasehati
kesalahan langkah ku….
buat seseorang yang kabarnya selalu
ku nanti…
buat seseorang yang membuat pipi ku
merona ketika menyebut namany…
buat seseorang yang tak pernah
membuat ku meneteskan air mata…
buat seseorang yang telah
memberitahu bagaimana menjadi
muslimah selayaknya…
buat seseorang yang tak ingin menjaga
ku karena ia lebih memilih menitipkan
ku pada pemilik jiwa ku…
buat seseorang yang………………….
……………………..……………………..
………………..
kakak….
begitu aku memanggil mu,,
tapi tahu kah kamu apa yang
kurasakan saat ini,aku begitu tersiksa
dengan rasa ini,aku tak ingin
semuanya berakhir tanpa pernah kita
mulai..
sekarang dengarkan aku,cukup hanya
dengar ,karena aku tak memerlukan
pendapat darimu..
kakak...
jika aku tidak pernah memberikan
kabar lagi kepadamu bukan karena aku
melupakanmu tapi lebih dari itu aku
tidak ingin kabar dari ku bisa membuat
kita menanam rasa yang tak pantas
kita rasakan…
kakak...
jika aku tak pernah menyapamu lagi
bukan karena aku sombong, tapi lebih
dari itu aku tak ingin membuatmu
melihat kuh….
aku tidak ingin membuat mata kita
berzina karena itu….
Aku selalu ingat nasehatmu bahwa
“wanita baik – baik akan mendapatkan
laki-laki yang baik juga”..sekarang tidak
usah engkau fikirkan aku, karena
sebelum mengenalmu pun aku selalu
bisa menjaga hidup ku….
Seperti pembicaraan kita terdahulu,
mari kita mempersiapkan diri,menata
hati, menjaga tingkah laku,
memperbanyak ilmu, agar kelak ketika
takdir mempertemukan kita, kita telah
siap menjalankan cinta ini, cinta yang
dapat menghantarkan kita kepada
cintaNya.
Tapi apabila takdir tidak menyatukan
kita, mari kita tegarkan hati karena
seperti katamu kepadaku bahwa
“Pemilik Cinta kita memberikan apa
yang kita butuhkan bukan apa yang
kita inginkan”.
aku yakin jika engkau adalah pemilik
tulang rusuk di tubuh ku ini, maka
Rabbi akan mendatangkan mu pada ku
dalam waktu yang tepat dan cara yang
indah:)
Aamiin

Akhirnya Ku Menemukan mu

Ku mengenalmu lewat Jiwa, bukan
lewat Mata,
Aku menulis Namamu di Hatiku,
Aku memohon petunjuk kepada Rabb,
Ku yakin Rabb memberikan jawabanku
dengan cara-Nya, kehendak-Nya serta
Ilmu-Nya
Ku hanya bisa bersabar dan terus
bersabar dalam penantian,
Satu persatu sinyal demi sinyal yang
muncul dalam hatiku kukumpulkan,
Hingga akhirnya ku yakin Allah bekerja
sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Ku hanya bisa memohon dan terus
berikhtiar agar Rabb mengirimkan
seseorang yang terbaik untukku dan
terbaik pula menurut pandangan-Nya..
Hingga akhirnya..
Rasa itu hadir,
Rasa itu tumbuh,
Rasa itu adalah kamu ..... .... .....
Aku hanya bisa bersyukur dan terus
bersyukur kepada Allah,
Allah menjawab doa-doa yang
kupanjatkan selama ini di kala hatiku
galau..
Kini semuanya kukembalikan kembali
jawaban tersebut kepada Allah,
Aku ingin menjalankannya semua ini
dengan syar’i serta diridhoi oleh-Mu ya
Allah..
Ku hanya berharap agar hamba
diberikan ketetapan hati selalu hingga
akhirnya waktu yang dinantikan itupun
tiba,
Ku hanya bisa berdoa dan berharap
agar rasa ini selalu tumbuh dan
hinggap menemani nafas-nafasku
selama dunia memainkan durasinya
hingga akhirnya ragaku pun terhenti...
Amin ya Rabb..
Betapa besar nikmat Karunia-Mu,
Kau kirimkan padaku malaikat untuk
menemani hari-hariku dalam episode
kehidupanku..
Terima kasih Ya Allah...Mudahkanlah
segala sesuatunya ini,,
Hingga kelak Ikrar itu pun melafadzkan
irama dalam tautan kesaksian
dihadapan-Mu..
Amin..Amin ya Rabbal’ Alamin..

Thursday, June 14, 2012

Penantianku Terhadap yang Halal Untukku.


Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh…
Entah angin apa yang membuai hari
ini, membuatku begitu berani
mencoretkan sesuatu untuk dirimu
yang tidak pernah aku kenali. Aku
sebenarnya tidak pernah berniat untuk
memperkenalkan diriku kepada
siapapun. Apalagi mencurahkan
sesuatu yang hanya aku khususkan
buatmu sebelum tiba masanya.
Kehadiran sseorang lelaki yang
menuntut sesuatu yang kujaga rapi
selama ini semata-mata buatmu, itulah
hati dan cintaku, membuatku tersadar
dari lenaku yang panjang.
Ibu telah mendidikku semenjak kecil
agar menjaga maruah dan mahkota
diriku karena Allah telah
menetapkannya untukmu suatu hari
nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu
bapak terhadap anak perempuan ialah
menjaga dan mendidiknya sehingga
seorang lelaki mengambil-alih
tanggungjawab itu dari mereka. Jadi,
kau telah wujud dalam diriku sejak
dulu. Sepanjang umurku ini, aku
menutup pintu hatiku dari lelaki
manapun karena aku tidak mau
membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenali
lelaki manapun karena aku tidak mau
mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi
memahami mereka. Karena itulah aku
sekuat ‘kodrat yang lemah ini’
membatasi pergaulanku dengan bukan
mahramku. Aku lebih suka berada di
rumah karena rumah itu tempat yang
terbaik buat sorang perempuan. Aku
sering merasa tidak selamat dari
diperhatikan lelaki. Bukanlah aku
bersangka buruk terhadap kaummu,
tetapi lebih baik aku berwaspada
karena contoh banyak di depan mata.
Aku palingkan wajahku dari lelaki yang
asyik memperhatikan diriku atau coba
merayuku. Aku sedaya mungkin
melarikan pandanganku dari lelaki
ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah
r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik
wanita ialah yang tidak memandang
dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku
tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki.
Biarlah aku hanya cantik di matamu.
Apalah gunanya aku menjadi idaman
banyak lelaki sedangkan aku hanya
bisa menjadi milikmu seorang. Aku
tidak merasa bangga menjadi rebutan
lelaki bahkan aku merasa terhina
diperlakukan sebegitu seolah-olah aku
ini barang yang bisa dimiliki sesuka
hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab
kejatuhan seorang lelaki yang
dikecewakan lantaran terlalu
mengharapkan sesuatu yang tidak
dapat aku berikan. Bagaimana akan
kujawab di hadapan ALLAH kelak andai
ditanya? Adakah itu sumbanganku
kepada manusia selama hidup di muka
bumi? Kalau aku tidak ingin kau
memandang perempuan lain, aku
dululah yang perlu menundukkan
pandanganku. Aku harus memperbaiki
dan menghias pribadiku karena itulah
yang dituntut oleh Allah. Kalau aku
ingin lelaki yang baik menjadi suamiku,
aku juga perlu menjadi perempuan
yang baik. Bukankah Allah telah
menjanjikan perempuan yang baik itu
untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku
memiliki perasaan untuk menyayangi
dan disayangi. Namun setiap kali
perasaan itu datang, setiap kali itulah
aku mengingatkan diriku bahwa aku
perlu menjaga perasaan itu karena ia
semata-mata untukmu. Allah telah
memuliakan seorang lelaki yang bakal
menjadi suamiku untuk menerima hati
dan perasaanku yang suci. Bukan hati
yang menjadi labuhan lelaki lain.
Engkau berhak mendapat kasih yang
tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah
diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin
berkenalan denganku. Aku dengan
tegas menolak, berbagai macam dalil
aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak
berputus asa. Aku merasa seolah-olah
kehidupanku yang tenang ini telah
dirampas dariku. Aku bertanya-tanya
adakah aku berada di tebing
kebinasaan ? Aku beristigfar memohon
ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar
Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi
diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak
memikirkan tentang dirimu. Kau
kurasakan seolah-olah wujud
bersamaku. Di mana saja aku berada,
akal sadarku membuat perhitungan
denganmu. Aku tahu lelaki yang
menggodaku itu bukan dirimu. Malah
aku yakin pada gerak hatiku yang
mengatakan lelaki itu bukan teman
hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang
cerewet dalam memilih pasangan
hidup. Siapalah diriku untuk memilih
permata sedangkan aku hanyalah
sebutir pasir yang wujud di mana-
mana.
Tetapi aku juga punya keinginan
seperti wanita solehah yang lain,
dilamar lelaki yang bakal dinobatkan
sebagai ahli syurga, memimpinku ke
arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah
setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga
harta seluas perbendaharaan Nabi
Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan
seluas kerajaan Nabi Muhammad
Shallallahu alaihi wa sallam, yang
mampu mendebarkan hati juataan
gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis
di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan
menanamkan rasa kasih dalam hatiku
juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi,
selagi kita tidak diikat dengan ikatan
yang sah, selagi itu jangan
dimubazirkan perasaan itu karena kita
masih tidak mempunyai hak untuk
begitu. Juga jangan melampaui batas
yang telah Allah tetapkan. Aku takut
perbuatan-perbuatan seperti itu akan
memberi kesan yang tidak baik dalam
kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah
engkau menyerahkan seluruh dirimu
pada mencari ridha Illahi. Aku akan
merasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun
sandaran perjuanganmu. Bahkan aku
amat bersyukur pada Illahi kiranya
akulah yang ditakdirkan meniup
semangat juangmu, mengulurkan
tanganku untukmu berpaut sewaktu
rebah atau tersungkur di medan yang
dijanjikan Allah dengan kemenangan
atau syahid itu. Akan kukeringkan
darah dari lukamu dengan tanganku
sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah,
andainya engkau menyerahkan
seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah
kau mencintai Allah dengan sepenuh
hatimu karena dengan mencintai Allah,
kau akan mencintaiku karena-Nya.
Cinta itu lebih abadi daripada cinta
biasa. Moga cinta itu juga yang akan
mempertemukan kita kembali di
syurga….
Wassalam…

Perkenankan Aku


Perkenankan Aku Mencintai-Mu
Semampuku
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu
aku belajar mencintai-Mu.
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz /
ustadzah kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih
para sahabat,
tentang mahabbah orang shalih,
tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi idealisme
yang mengawang di awan.
Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian
tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan
cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku
membadai
dalam cita yang mengawang, sedang
kakiku mengambang.
Hingga aku terhempas dalam jurang
dan kegelapan.
Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
perkenankanlah aku mencintai-Mu
semampuku.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
sebisaku.
Dengan segala kelemahanku.
Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan
kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga
Al-Mustafa.
Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu
melalui keluh kesah pengaduanku
pada-Mu,
atas derita batin dan jasadku, atas sakit
dan ketakutanku.
Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti
Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan
Rasul-Mu
bagi diri dan keluarganya.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan
separo hartanya demi jihad.
Atau Ustman yang menyerahkan 1000
ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu,
melalui 100-500 perak yang terulur
pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang
menadahkan tangan
di pojok-pojok jembatan. Pada
makanan-makanan
yang terkirim ke handai taulan.
Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
dengan khusyuknya shalat salah
seorang sahabat nabi-Mu,
hingga tiada terasa anak panah musuh
terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih
menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan
dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.
Rabbii,
aku tak dapat beribadah ala orang-
orang shalih
atau bagai para hafidz dan hafidzah
yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta
dengan-Mu
dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu - dua rakaat sholat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat
hafalanku.
Yaa Rahiim,
aku tak sanggup mencintai-Mu semisal
para syuhada,
yang menjual dirinya dalam jihad bagi-
Mu.
Maka perkenankanlah aku mencintai-
Mu
dengan mempersembahkan sedikit
bakti
dan pengorbanan untuk dakwah-Mu,
dengan sedikit pengajaran bagi
tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim,
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas
segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan
mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya
hidayah
dalam naungan Islam, manisnya iman
dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih
mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam
semesta.
Perkenankanlah aku mencintaiMu
semampuku, Yaa Allah.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang
nadiku.
Aamiin...

Rencana Tuhan


Saat hati berkata "INGIN",namun qadar
Allâh Azza Wa Jalla berkata "TUNGGU"...
Saat air mata "MENETES",namun qadar
Allâh Azza Wa Jalla
berkat.."TERSENYUMLAH"...
Saat segalanya
terasa.."MEMBOSANKAN",namun
qadar Allâh Azza Wa Jalla berkata
"TERUSLAH MELANGKAH"...
Biidznillaah...Kita merancang
sesuatu,Allah Azza Wa Jalla juga
merancang sesuatu yang dirahasiakan-
NYA buat kita.Namun,Rancangan Allah
Azza Wa Jalla itu LEBIH baik. . .yang
PALING baik. . .dan yang TERBAIK
daripada rancangan kita.
Karena ALLAHU Yaa 'Aliimu Yaa HAKAM
(Yang Maha Mengetahui dan Yang
Maha Menetapkan)! ! !
Jadi,kita sebagai hamba-NYA. . Jangan
pernah PROTES atau PUTUS ASA.
Yakinlah...Allah Azza Wa Jalla ada
untukku,untukmu,dan untuk kita
semua.
Mungkin rencana kita telah
baik,namun harus di ingat bahwa
rencana Allah Azza Wa Jalla lebih baik
lagi.Belum tentu apa yang kita anggap
baik di mata kita baik pula di mata
Allah Azza Wa Jalla.
Allah Azza Wa Jalla telah
Mempersiapkan yang jauh lebih baik
untuk kita yang sesuai dengan Akhlak
serta Perangai Kita..
Ikhlaskanlah segalanya pada Allah Azza
Wa Jalla dan Yakinlah akan janji-
Nya...Apapun yang di berikan kepada
Kita itulah yang terbaik buat Kita....
(QS.Al-Baqoroh:216). <3ED

Wednesday, June 13, 2012

Apa Kabar Cinta

Bismillah.....,
Assalamualaikum cinta, apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak
pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih
dalam perjuangannya demi menggapai
ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta..., andai saja aku bisa
mengungkap semua kata dan rasa
dalam hati yang aku punya ini..., maka
seribu lembar kertas pun tak akan
cukup untukku menuangkannya.
Banyak sekali cinta, banyak yang ingin
aku ungkap secara langsung di
hadapmu nanti. Andai kau tahu, aku
hambar tanpa pengisi kasih dan
pedulimu padaku, andai saja kau tahu
apa yang aku rasakan ini untukmu....
Cinta bukan yang bernama keegoisan
rasa, bukan yang megucap
“bagaimana?” namun “ aku
mengerti...”
bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di
sini....”
bukan “ aku ingin kamu seperti ini....”
akan tetapi “ aku mencintaimu dengan
apa adanya dirimu...”
sepinya diriku tanpa kau di sini,
hampanya hatiku karena ku tahu
dengan nyata kau tak berada di
sampingku,
seringnya kau patahkan aku...., namun
aku bukan seorang yang mudah
menyerah...aku bertahan, karena ada
kejujuranku... untuk
mengasihimu....luka itu memang sakit
cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika
aku membohongi diri ini.Mungkin aku
bisa menggunakan dusta putihku,
namun selama aku masih bisa
menjaga kebaikan dalam jujurku,
sungguh... demi Dia yang Maha
Menghargai, ku akan berjalan di sini
tanpa ada paksa dari siapapun, dan
yang ututh adalah hanya ada nurani
dan hati yang suci.
Ketika luka – luka telah mengering,
Selama itu pula aku haus untuk
merindukanmu, pun selama luka itu
masih basah dan masih pekat terasa
ngilu di ulu hatiku. Cinta, inginnya aku
bersamamu, menjaga hati mu,
mendampingi mu ketika resah dan
gundah melandamu, ahh... cinta
akankah kau tahu begitu dalamnya
kasihku. Sehingga semua luka dan
kecewa itu tak akan mampu
mengubahnya, sekalipun pernah kau
memintanya untuk aku melakukannya.
Maafkan cinta, maafkan aku, karena
aku terlalu jujur pada perasaanku. Dan
semua, semua.... masih tetap utuh
pada tempatnya. Rasa yang bercampur
baur, ada duka, ada kecewa, namun
ada pula rasa percaya di antara sejuta
ragu, ada setitik cahya diantara
gelapnya cakrawala.
Ketika smua terhempas karena sia –
sia, maka akan ku coba pelajari
kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku
anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.
Derita ini adalah anugerah dan suatu
kehormatan tersendiri bagiku di
atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.
Jiwa tak akan pernah mengenal arti
tegar jika ia hanya datar merasakan
perjalanan hidupnya. Hati tak akan
pernah mengerti rasa sakit, jika ia
selalu bahagia, Maha Suci Tuhan
Semesta Alam atas segala rangakaian
hidup yang sempurna ini.
Dan cinta...., kau membuatku banyak
belajar dalam sakitnya aku ketika aku
terhujam mendekam dalam tebing
bebatuan yang tajam. Kau membuatku
menjadi orang “ besar” dalam rasa
kesyukuranku pada-Nya. Terima kasih
cinta, kau membuat aku menjadi jiwa
yang sabar atas segala penantian dan
pengertian. Secuil apapun itu harapan
adalah tetap menjadi harapan. Dimana
ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa,
dari rasa luka. Maka biarkanlah ia
tumbuh menjadi dewasa dalam
matangnya pemahaman.
Mungkin aku akan berdiri di atas
rangakain jerami yang selalu ada di
depanku ketika aku berjalan, dan tiada
lain adalah rasa sabar ketika aku harus
membersihkannya , tiada lain dari rasa
ikhlas ketika aku merasa lelah untuk
merapikannya agar ia tak melukaiku.
Namun ketika goresan luka itu ada ,
tiada lain pula rasa bertahan dan
pengupayaan untukku mengobatinya.
Dan tiada lain dengan rasa tulus aku
melakukannya.
Begitu pula dengan mu cinta..., jika
pun harus ada air mata, maka biarlah
ia menjadi teman sedihku untuk
menyayangimu...jika ada rasa sakit
mendera, maka biarkanlah ia menjadi
teman setiaku dalam bertahan atas
segala kejujuranku padamu ....
Sungguh aku bersyukur, karena aku
mengenalmu cinta, sekalipun aku tak
pernah utuh memilikimu, sekalipun
utuh yang kau punya takhanya
untukku...jangan tanyakan tentang
kesedihan yang kau pun tahu cinta,
jangan bertanya tentang rasa sakitku,
bila kau pun merasakannya...aku
memang manusia biasa, yang tak
sempurna, dan kadang salah...namun
rasa kasihku telah mengalahkan rasa
sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku
…dan sayangku...., telah mampu
mengobati luka – luka itu.
Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu?
Dimana aku bisa menemui hangatnya
jemarimu mengusap semua peluhku?
Ataupun sebaliknya aku yang
mengusap peluh di wajahmu...Dan aku
yang akan membelai lembut bahumu
ketika kau goyah di jalan
perjuanganmu bersamaku, agar kau
tahu betapa pedulinya aku
terhadapmu...
Cinta, dalam sujudku pada-Nyaku
titipkan doa dan pintaku.....
semoga kau senantiasa dalam
penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak
sampai padamusemoga kau selalu
dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih
dan sayangku tak mampu melampaui
dimana kau berada saat ini. Ku pinya
pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada
untukmu, ketika aku tak sanggup lagi
mencintai
Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku
indahkan segala kesedihan...
bahagia mu adalah doa dan harapku....
senyumu, menjadi suatu cita – cita
dimana aku bisa merasakannya itu
tulus hanya untuku...
Semoga kan selalu baik adanya ,
meskipun jalan ini tak sempurna....
ucap terakhirku, ku harap kan terbaca
jelas di mata dan hatimu...
aku mengerti...., aku di sini, dan aku
mencintaimu apapun adanya kauj
dengan segala kurangmu...
dan biarlah........., biarlakanlah
tulusku...yang mencintaimu....
Wassalamualaikum..
<3ED

Serupa apakah cinta sejati itu?


Mungkin cinta jika cuma terkatakan
hanyalah berarti setengah cinta atau
cinta setengah. Kalau tidak malah cinta
setengah,. setengah cinta boleh jadi
justru pada selain indahnya kata. Pada
senyum yang tulus, mata yang teduh,
tangan yang terulur, bahu yang
memikul, kaki yang bergerak ringan,
hingga dekap erat-hangat.
Cinta juga terlihat pada kesediaan
berbagi, menjalani, dan berkorban, apa
saja, demi sesuatu atau seseorang
yang dicinta. Dan barangkali cinta
mencapai puncaknya ketika seorang
kekasih, berkorban hingga tetes darah
terakhir demi yang dicinta.
Bagaimana halnya jika seseorang yang
merelakan dirinya terluka oleh yang
dicintainya dan tak pernah mau
memendam dendam untuk suatu saat
menuntut balas jika berkesempatan?
Boleh jadi, inilah cinta sejati. Itulah
cinta yang nyaris tak bertepi. Seperti
kata seorang pujangga,
"Ketika cinta memanggilmu,
maka dekatilah dia walau jalannya
terjal berliku.
Jika cinta memelukmu, maka dekaplah
ia
walau pedang di sela-sela sayapnya
melukaimu"
Rasulullah adalah sosok pribadi
dengan cinta yang nyaris tak bertepi
itu. Batu dan kerikil yang berterbangan
menyayat di kulit, darah yang mengalir
diiringi sakit, juga cacian, hinaan,
ejekan, dan sumpah serapah yang
diterimanya sudah lebih dari cukup
untuk tidak pernah dimaafkan hingga
kapanpun. kalau perlu dituntut balas
dengan sepadan perih.
Ia memang manusia biasa.
Tapibagaimanapun, ia bukan manusia
biasa seperti kita. Kecintaanya pada
yang dicintanya sungguh tiada
berbatas.
Dan cinta itu ditunjukkannya nyaris
pada sepanjang hayat.
Cintanya sudah terlanjur tak bertepi....
-Jejak Jejak Surga Sang Nabi-
<3ED

Janjiku Untuk Bunda

puisi untuk bunda

Bunda...kutitipkan rinduku pada wajah malam
Bunda, izinkan kembali kurasakan hadirmu di sisi...
Biarkan kurasakan belaimu dari jarak yang
cukup jauh.
Bunda, ingin kubermanja dalam pangkuanmu detik ini.
Menghapus resahku, menyejukkan kembali hatiku,
menyabarkanku, meninggikan asa yang ingin kucapai
dengan mengecilkan segala problema yang menyarang.
Bunda, sungguh... takkan pernah kulupa nasihatmu,
apalagi ketika kutemui kerikil kecil seperti yang
kuhadapi sekarang.
Dan sekali lagi, aku rindu saat-saat seperti ini...
denganmu tentu, di sisiku.
Bunda, aku yakin kau selalu sedia untukku...
Lihatlah bunda, aku masih seperti dulu...
menjadi bunga mawarmu yang kokoh dengan duri-duri.
Berusaha menjadi sosok yang tegar dan baru,
ketika ujian mencoba mencabik diriku
di tengah belantara usiaku.
Sebab jauh darimu... maaf bila mengkhawatirkanmu.
Bunda, kutitipkan rinduku untukmu pada
wajah malam.
Semoga Allah mencukupkan kita dengan hidayah-Nya,
hingga kita tak peduli lagi dengan peluh di dahi.
Sebab inilah kenikmatan,
Bunda... kutahu kaupun selalu berusaha menepis lelah
dengan keyakinan kita sebagai hamba.
Sama seperti yang kaubisikkan dulu padaku,
ketika masa-masa sulit pun berlalu dengan sangat manis.
Namun, apalah hidup tanpa sebuah keyakinan?!
Sebab, tanpa keyakinan itu... bisa saja ku mudah
terhempas, lemah, rapuh, hingga sunyi
di keterasingan sendiri.  Bisa saja kulepas keyakinan itu,
namun... yang terjadi padaku lebih mengerikan
daripada itu. Biarkan aku untuk tidak
berharap pada apa pun kini, bunda.
Semoga aku lebih dewasa, dan
menjadi mawar seperti harapanmu... sampai kapanpun.
Sebab aku pun masih bidadari kesayangan ayah.
Dari anakmu, semoga Allah selalu menjagamu.

Monday, June 11, 2012

Apa kabar jodohku?


Bismillaah..
Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaah
wa Barakaatuh........
Apa kabar jodohku? Baik-baik saja
kan?? Berat rasanya kantung mataku
tertutup. Bagaimana dengan kamu?
Apa kamu slalu terbangun disepertiga
malam terakhir? Dan apakah mulutmu
trs menerus berdzikir dimalam itu?
Jujur aku rindu kamu....jodohku...,,
Tapi saat ini blm saatnya untuk kita
bertemu, bukannya aku tak mau..,atau
aku tak rindu. Tapi memang karna
perjalanan kita masih panjang. Dan
masih banyak kewajiban yg harus kita
penuhi sayang..,,Terkadang aku
berfikir...apa nanti saat subuh tiba kau
akan membangunkanku??Mengajakku
bertafakur dan bersujud kepada-Nya??
Berat hati ini menantimu, gelisah pula
hati ini memikirkanmu. Apa kau slalu
hiasi langkahmu dengan kebaikan-
kebaikan? Dan apakah nanti saat
Dzuhur tiba..
kau akan meninggalkan kesibukanmu
sementara, untuk menghadap-Nya?
Jodohku...sehatkah kamu?
Kalau saja aku berada disampingmu
saat ini, mungkin aku akan merawatmu
dengan penuh kasih sayang.,
Jodohku sabar dan tenanglah...
aku disini masih bersabar
menantimu,Hatimu tak sedang terluka
kan? tersenyumlah... karna aku yakin
kebahagiaan akan slalu menyertai
kita,Jikalau detik ini hatimu sedang
terluka, ambil air wudlulah... dan
mendekatlah kepada-Nya.,Tapi disini ak
berharap kau baik-baik saja..,
Hmm....
waktu ini memang terasa lama
buadku.,tapi ak yakin takkan lama lagi
kau akan hadir menyapaku dan
mengajakku untuk melakukan shalat
fardhu.
Dan sering pula kau akan
menyanyakan.. " Sudah shalatkah kau
sayang?"
Jodohku...aku rindu..,
Kapan kita bertemu? Begitu banyak hal
yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu
banyak pula harapanku untuk
menantikan nasihat2mu. Hati ini
kosong...dan hati ini tak sabar menanti
kehadiranmu yg kan membalut dan
menyembuhkan luka dihatiku.
Jodohku...
apa kau jg rindu padaku? Bagaimana
dengan Qur'an mu? Sudahkah kau
baca diantara maghrib dan isya'? Apa
yg kau pahami dari surah itu?
Ceritakanlah kepadaku....Aku siap
mendengarkan., dan begitu jg dengan
keluh kesahmu,aku siap berbagi
sayang...
Perubahan apa yg kau lakukan dari hari
ke hari sayang? semakin membaikah?
Tak kau sentuh kan hal-hal yg dilarang
agama?
Aku berharap seperti itu...Jodohku....
disetiap langkahku dan seusai
shalatku..
ku titipkan AL -Fatihah untukmu,agar
kau slalu berada dijalan-Nya..
Sabar ya sayang, waktu-waktu ini
bukanlah waktu yg lama..
Jangan sampai kau salah jalan
sayang.,Salam rindu pula untuk orang
tuamu, baik-baikah mrk?Masihkah kau
jaga mereka dg kasih sayangmu?Dan
sudahkah kau bersyukur??
Sayang...
nantilah aku, dgn berbagai kebaikan yg
nantinya akan membawa Rahmat
untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal
yang dilarang agama. Karna aku
mencintaimu secara tulus...
Jodohku...
bersiaplah kau untuk mencintaiku
scara tulus dan mau menerima segala
kekuranganku...dan membenarkanku
dikala ak salah.Sayang... berusahalah!
Kita pasti akan sukses! Bahagiakan
orang tuamu...dengan menjaga
sikapmu dan tuturkatamu..
Aku yakin kau adalah orang yang
sabar, orang yang cakap untuk
memimpin kelak.
Jgn pernah merasa sepi..
karna aku disini masih setia
menantimu, dan disini aku masih setia
menjaga kehormatanku.
Sayang...
kalau siang sudah berlalu..pejamkan
matamu dg buaian do'a, begitu juga
ucap do'a dariku selalu menyertaimu...
Smoga ALLAH selalu menjadikan kita
dijalan yang benar. AMin...
Jodohku...
Tak terasa pena ini telah banyak ku
goreskan diatas kertas putih ini, yg
memang benar ini adalah tanda
kerinduanku kepadamu.,
Ingatlah sayang...
aku slalu ada untukmu...
Untuk itu jgn pernah kau merasa
sendiri atau sepi..
Hmm...semoga kerinduanku ini akan
terjawab,seiring berjalannya waktu.
Salam hormatku dan sayangku
untukmu......
Wassalaamu'alaikum

Sesunggunya Hanya Cinta


Kabut malam telah mulai pudar
Saat sang perkasa pagi mulai muncul
dari ufuk timur
Kicau burungpun menambah semarak
pagi
Laksana nyanyian jiwa dalam gemuruh
cinta
Pandangan wanita itu menembus tabir
jendela
sesekali helaan nafas panjang
terdengar
Nyata telah dia lihat dalam fana
walau masih ada perih menyayat luka
Wahai sang Maha pemberi petunjuk
Kuatkanlah risalah hati yang terkapar
dalam duka
Mantapkan langkah dalam kesakitan
Cinta
Sungguh diri malu karena nya
Cinta.....
Tak seharusnya membuatku terluka
Jika kau menyadari betapa cinta begitu
indah
Cinta tak akan menyakitiku jika kau
mengerti hakekatnya
Cinta selalu memberi tanpa pamrih
dan cinta tak mengharap pembayaran
karena nya
Desah lirihnya
Ketika kau harus pergi
Dunia belum berakhir...
Karena sesunggunya hanya cinta
ALLAH yg paling haqiqi
CintaNYA tak menyakiti
CintaNYA tak membuatku merasa sepi
jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku
pada seseorang yang melabuhkan
cintanya pada-Mu,agar bertambah
kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
TAK AKAN KU BIARKAN KEINGINAN INI
MENJADIKAN HAMBA BERPALING AKAN
KEHENDAKMU
BIARLAH TAKDIRMU YANG BERBICARA,
KU HANYA PELAKON DALAM USAHA
DAN DO'AKU
KAN HAMBA ISTIQOMAHKAN CINTA
PADA TAKDIRMU DAN KEHENDAKMU
YA ALLAH BERJALAN DGN TAPAK GARIS
JALAN YANG ENKAU BUAT DAN
TENTUKAN TERNYATA RINGAN DAN
BEGITU INDAH