Thursday, June 14, 2012

Perkenankan Aku


Perkenankan Aku Mencintai-Mu
Semampuku
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu
aku belajar mencintai-Mu.
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz /
ustadzah kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih
para sahabat,
tentang mahabbah orang shalih,
tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi idealisme
yang mengawang di awan.
Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian
tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan
cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku
membadai
dalam cita yang mengawang, sedang
kakiku mengambang.
Hingga aku terhempas dalam jurang
dan kegelapan.
Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
perkenankanlah aku mencintai-Mu
semampuku.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
sebisaku.
Dengan segala kelemahanku.
Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan
kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga
Al-Mustafa.
Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu
melalui keluh kesah pengaduanku
pada-Mu,
atas derita batin dan jasadku, atas sakit
dan ketakutanku.
Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti
Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan
Rasul-Mu
bagi diri dan keluarganya.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan
separo hartanya demi jihad.
Atau Ustman yang menyerahkan 1000
ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu,
melalui 100-500 perak yang terulur
pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang
menadahkan tangan
di pojok-pojok jembatan. Pada
makanan-makanan
yang terkirim ke handai taulan.
Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
dengan khusyuknya shalat salah
seorang sahabat nabi-Mu,
hingga tiada terasa anak panah musuh
terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih
menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan
dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.
Rabbii,
aku tak dapat beribadah ala orang-
orang shalih
atau bagai para hafidz dan hafidzah
yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta
dengan-Mu
dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu - dua rakaat sholat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat
hafalanku.
Yaa Rahiim,
aku tak sanggup mencintai-Mu semisal
para syuhada,
yang menjual dirinya dalam jihad bagi-
Mu.
Maka perkenankanlah aku mencintai-
Mu
dengan mempersembahkan sedikit
bakti
dan pengorbanan untuk dakwah-Mu,
dengan sedikit pengajaran bagi
tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim,
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas
segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan
mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya
hidayah
dalam naungan Islam, manisnya iman
dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih
mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam
semesta.
Perkenankanlah aku mencintaiMu
semampuku, Yaa Allah.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang
nadiku.
Aamiin...

0 komentar:

Post a Comment