Wednesday, June 13, 2012

Janjiku Untuk Bunda

puisi untuk bunda

Bunda...kutitipkan rinduku pada wajah malam
Bunda, izinkan kembali kurasakan hadirmu di sisi...
Biarkan kurasakan belaimu dari jarak yang
cukup jauh.
Bunda, ingin kubermanja dalam pangkuanmu detik ini.
Menghapus resahku, menyejukkan kembali hatiku,
menyabarkanku, meninggikan asa yang ingin kucapai
dengan mengecilkan segala problema yang menyarang.
Bunda, sungguh... takkan pernah kulupa nasihatmu,
apalagi ketika kutemui kerikil kecil seperti yang
kuhadapi sekarang.
Dan sekali lagi, aku rindu saat-saat seperti ini...
denganmu tentu, di sisiku.
Bunda, aku yakin kau selalu sedia untukku...
Lihatlah bunda, aku masih seperti dulu...
menjadi bunga mawarmu yang kokoh dengan duri-duri.
Berusaha menjadi sosok yang tegar dan baru,
ketika ujian mencoba mencabik diriku
di tengah belantara usiaku.
Sebab jauh darimu... maaf bila mengkhawatirkanmu.
Bunda, kutitipkan rinduku untukmu pada
wajah malam.
Semoga Allah mencukupkan kita dengan hidayah-Nya,
hingga kita tak peduli lagi dengan peluh di dahi.
Sebab inilah kenikmatan,
Bunda... kutahu kaupun selalu berusaha menepis lelah
dengan keyakinan kita sebagai hamba.
Sama seperti yang kaubisikkan dulu padaku,
ketika masa-masa sulit pun berlalu dengan sangat manis.
Namun, apalah hidup tanpa sebuah keyakinan?!
Sebab, tanpa keyakinan itu... bisa saja ku mudah
terhempas, lemah, rapuh, hingga sunyi
di keterasingan sendiri.  Bisa saja kulepas keyakinan itu,
namun... yang terjadi padaku lebih mengerikan
daripada itu. Biarkan aku untuk tidak
berharap pada apa pun kini, bunda.
Semoga aku lebih dewasa, dan
menjadi mawar seperti harapanmu... sampai kapanpun.
Sebab aku pun masih bidadari kesayangan ayah.
Dari anakmu, semoga Allah selalu menjagamu.

0 komentar:

Post a Comment