Tuesday, June 19, 2012

Perbedaan Antara Suka, Sayang, dan Cinta

* Saat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk
keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia
dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau akan melakukan apapun untuk
kebahagiaannya walaupun kau harus
mengorbankan jiwamu.
* SUKA adalah saat ia menangis,
kau akan berkata “Sudahlah, jgn
menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis,
dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis,
dan kau akan membiarkannya
menangis dipundakmu sambil berkata,
“Mari kita selesaikan masalah
inibersama-sama.”
* SUKA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Ia sangat cantik dan
menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya,
kau akan melihatnya darihatimu dan
bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Buatku dia adalah
anugerah terindah yang pernah Tuhan
berikan padaku..”
* Pada saat orang yang kau SUKA
menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau
lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG
menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTA
menyakitimu,
kau akan berkata, ”Tak apa dia hanya
tak tau apa yang dia lakukan.”
* Pada saat kau SUKA padanya,
kau akan MEMAKSANYA untuk
menyukaimu.
* Pada saat kau SAYANG padanya,
kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH...
* Pada saat kau CINTA padanya,
kau akan selalu MENANTINYA dengan
setia dan tulus…
* SUKA adalah kau akan menemaninya
bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan
menemaninya di saat dia
membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan
menemaninya di saat bagaimana
keadaanmu.
* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan
menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi
dengan rela.
Tapi ingatlah:
Hanya cinta yang bersemi karena iman
dan akhlaq yang mulialah yang suci
dan sejati.
Cintailah kekasihmu karena iman, amal
sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu
abadi.
“Cinta karena Allah tidak akan
bertambah hanya karena orang yang
engkau cintai berbuat baik kepadamu,
dan tidak akan berkurang karena ia
berlaku kasar kepadamu.” (Yahya bin
Mu’az)

0 komentar:

Post a Comment