Monday, December 3, 2012

Air Mata Cinta

Betapa sulit memahami maunya hati
Betapa peliknya cinta dimengerti
Ada barisan rasa yang mewarnai cinta
Beginilah cinta

Cinta tak pernah salah
Waktu tak bisa kita tipu
Ada rindu yang memburu dinafas kita
Kemarin, kita bertemu dan merajut cerita
Mengeja cinta dengan harapan yang makin merenta
Menyepuh, membukitkan luka

Aku disini berdiri di jalanku
Di sudut kenangan
Aku berhenti sejenak membaui hening
Tak bisa ku pungkiri
Ku tak bisa berlari dari nyata dan rindu

Dada terhimpit, dengan ribuan kata yang tak bermutu
Aku yang mengabu abu
Biarlah untuk mencintaimu hanya dalam mimpi
Aku hanya bisa mengais pilu dalam sendunya rindu yang menusuk tanpa henti

Terjaga demi hati yang bertanya
Begitu makna diatas setitik airmata, untuk ketulusan hati
Haruskah praduga jadi jembatannya
Jika sapa tak berbalas haruskah diam jadi pilihannya

Maaf...
Ku tak bisa berikan yang terindah
Maafkan...
Sebaris waktu yang telah mencurimu
Biar sekelebat bayangmu diam di senja bermuram
Biarlah masih ada seikat hati yang terluka
Biar kenangan terpatri
Melekat dari cangkang kesunyian
Terkulai dan hanya ada air mata dipelukan senja

0 komentar:

Post a Comment