Tuesday, December 4, 2012

Renungan Sang Punguk


renungan malam
saat itu tanpa bintang, dingin, kelabu dan basah
aku seakan tersambar kilatan petir yang tak pernah ku tahu asalnya
coba berfikir positif tapi tetap tak berubah
emosi, kekecewaan, kepedihan, dan kesedihan itu
seolah tak lagi terbendung

semua berawal indah
namun tak dijalani dengan semestinya
sungguh misteri semua ini bagiku
apa yang sebenarnya yang tidak ku tahu, dan apa yang sebenarnya tidak ku mengerti????

ingin berteriak rasanya
tapi suara itu, bukan untuk itu,
ada saatnya nanti.
tapi, aku sungguh kecewa, dengan diri ku & mu

tak bisa memang.
aku paksakan hidup ini, hidup ini ada yang punya.
tentu siapa yang hidup maka dialah yang memilikinya.

suara itu
suara apakah itu???
seperti jeritan, tapi aku tak mendengarnya melalui telinga
tapi aku merasakannya suara itu
mungkinkah?
jeritan hati?
kepedihan itu
sudah mengakibatkan penderitaan bagi yang hidup,

mungkin aku yang lupa
siapa aku?
apa yang terpenting dari hidupku?
saat ini? atau nanti?

dia memang bidadari
dan aku
aku hanya
hanya manusia
manusia yang paling biasa,

terlalu bodoh jika aku mencoba untuk berfikir
berfikir kau pernah sedetik saja untuk memikirkan
manusia yang paling biasa ini

0 komentar:

Post a Comment