Wednesday, January 22, 2014

Adab Hari Jumat

Adab Pada Hari Jumat Sesuai Sunnah
Nabi
Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum
muslimin di seluruh penjuru dunia
memuliakannya. Keutamaan yang besar
tersebut menuntut umat Islam untuk
mempelajari petunjuk Rasulullah dan
sahabatnya, bagaimana seharusnya
msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak
sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah
ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus
diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin
menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam pada hari Jumat.
1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari
yang paling utama bagi kalian adalah hari
Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku
di dalamnya, karena sholawat kalian akan
ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata:
‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan
engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda:
‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi
untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR.
Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
2. Mandi Jumat
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi
setiap muslim yang balig berdasarkan hadits
Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah
bersabda yang artinya, “Mandi pada hari
Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang
baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi
Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria
yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi
anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir.
Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat
sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat
ini seperti halnya mandi janabah biasa.
Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang
siapa mandi Jumat seperti mandi
janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari
Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai
minyak rambut atau minyak wangi kemudian
berangkat ke masjid dan tidak memisahkan
antara dua orang, lalu sholat sesuai yang
ditentukan baginya dan ketika imam memulai
khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka
akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai
Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi
menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah
sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu
Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para
sahabat memulai sholat Jumat pada awal
waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda
dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur
ketika panas, sesungguhnya para sahabat
tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika
matahari telah rendah panasnya.” (Lihat
Fathul Bari II/388)
5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau
Khatib
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan
bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barang siapa mandi
kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia
sholat semampunya dan dia diam mendengarkan
khotbah hingga selesai, kemudian sholat
bersama imam maka akan diampuni dosanya
mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya
ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika
Khatib Berkhotbah
“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa
Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil
memegang lutut) pada saat sholat Jumat
ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR.
Abu Dawud, Tirmidzi)
7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila
kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat,
maka sholatlah empat rakaat.” Amr
menambahkan dalam riwayatnya dari jalan
Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila
engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka
sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat
apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)
8. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa
yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat
maka Allah akan meneranginya di antara dua
Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok,
dan beliau menshahihkannya)
Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya
diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak
menghidupkan ajaran Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari
Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang
senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu
istiqomah di atas jalan-Nya.

0 komentar:

Post a Comment