Tuesday, November 6, 2012

Nikahi Aku, Bukan Pacari Aku


Cowok: “Aku mencintaimu,
sungguh-sungguh jatuh cinta
kepadamu.”
Cewek: “Kalau kau memang
mencintaiku, kenapa kau
mengajakku pacaran?”
Cowok: “Hah, Bukankah karena aku
mencintaimu maka karena itulah aku
ingin menjadikanmu pacarku?”
Cewek: “Aku tahu. Aku bukan orang
bodoh. Jika kau mencintaiku, kenapa
menginginkanku melakukan hal yang
tak berguna untuk hidupku?”
Cowok: “Hal yang tidak berguna,
bukankah pacaran merupakan satu
jalan untuk mencapai kesaling-
mengen alan antara aku dan kau?”
Cewek: “Aku tidak sependapat
denganmu. Maafkan aku.”
Cowok: “Tidak apa-apa.”
Cewek: “Apa kau masih ingin
menjadikanku pacarmu?”
Cowok: “Iya. aku tidak akan
menyerah.”
Cewek: “Kalau begitu, sampai
kapanpun aku tidak akan mau
menerimamu. Karena kau hanya
ingin menjadikanku lampiasan
nafsumu.”
Cowok: “Tapi aku mencintaimu.”
Cewek: “Tidak, aku tidak percaya kau
mencintaiku. Kita sudah dewasa,
sudah bisa membedakan mana yang
baik dan tidak. Aku tidak ingin
menghabiskan sisa hidupku dengan
sia-sia. Hidup ini serius dan pasti
akan ada pertanggungjawa
bannya.”
Cowok: “Akan aku buktikan
kepadamu. Aku serius.”
Cewek: “Akan kau buktikan dengan
apa. Dengan menungguku sampai
aku mau? Ah basi. Banyak orang
melakukannya begitu, dan banyak
pula perempuan yang berhasil
dibodohi. Sayangnya aku tidak sama
dengan kebanyakan perempuan lain.
Kau tidak akan berhasil.”
Cowok: “Lalu dengan apa aku
membuktikannya? ”
Cewek: “Serius kau ingin
membuktikannya? ”
Cowok: “Iya.”
Cewek: “Datanglah kepada kedua
orangtuaku dan minta ijinlah kepada
mereka untuk menikahiku. Bukan
memacariku. Sanggup?”
Cowok: “Baiklah. Aku sanggup.”

0 komentar:

Post a Comment