Tuesday, December 25, 2012

Aku Tak Ingin Alamku Hancur

Sepanjang rimbunan pinus yang membentang di sisi jalan.
Tak kulihat riuh yang selama ini menghantui metropolis.
Sayup merdu burung mengalun damai bagai orkestra.

Semilir angin yang menerpa tubuh ini,
Tak menghentikan laju roda yang ku kayuh.
Tak ada rasa lelah, tak ada rasa bertikai.
Semua mengalun bersama.

Gemericik air yang mengalir disela-sela bebatuan di bahu jalan menambah pagi ini begitu riang.
Tersirat rona mentari yang kian cerah, membuatku tak hentinya bersyukur atas nikmat ini.
Betapa keajaiban dunia, tatkala kita dapat menghirup udara segar, melihat, merasa, meraba, mendengar alam yang indah ini.

Aku berharap tempat seperti ini tidak hancur oleh keegoisan dan keserakahan kekuasaan.
Aku tak ingin tempat ini luluh lantah oleh perang.
Aku tak ingin tempat seperti ini sirna akibat nuklir.
Aku pun tak ingin alam ini menangis karena ulah manusia.

Jika semua tempat di bumi seperti ini, kedamaian akan selalu menang.

0 komentar:

Post a Comment