Monday, December 3, 2012

Bukan Rahasia Lagi

Dulu aku saat masih belia.
Hanya bisa menangis dan tertawa.
Namun disaat remaja.
Aku telah mengenal cinta.
Perasaan saat pandangan pertama.

Resah gelisah yang kurasa.
Mungkin itu tanda kasmara.
Yang mengusik ketenangan jiwa.
Tidur tak lena dan makan tak selera.

Karena selalu terbayang wajahnya.

Oooh.. Ayah dan ibu.
Aku anakmu.
Yang hidupnya terganggu.
Terusik oleh sang ayu.

Oooh.. Ayah dan ibu.
Ini aku anakmu mengadu.
Telah terinveksi rindu.
Yang menyebar dijantung dan hatiku.
Apakah ini berbahaya kiranya.
Dan apa obat penawarnya.

Oooh.. Engkau anakku.
Masa beliamu telah berlalu.
Kini kau masuk tahap remajamu.
Memang hal itu yang harus kau tau.

Rahasia maya yang tabu.
Yang akan selalu mengikutimu.
Terimalah perasaan itu.
Karna nantinya kau pun akan tau.
Apa arti sebuah kegundahanmu itu.

Rahasia itu ada dalam hatimu.
Hanya engkau yang mampu.
Membuka tabir rindu dalam rasa cintamu.
semoga engkau akan mengerti.
bawa perasaan cinta itu sanagatlah bearti.

Wahai ibu dan ayah.
Hidupku kini berubah.
Semoga aku dapatkan hikmah.
Arti risalah yang ku anggap khotbah.
Akan aku jalani dengan gagah.
Dengan itu aku bersumpah.
Walau dengan tetesan darah.
Aku tdak akan menyerah.
Demi sebuah rasa cita.
Meski suka dan duka.
Meski harus menderita.
Meski kecewa dan terluka.
Meski batin ini tersiksa.
Karena aku percaya cinta.
Tanpa cita hidup tak ada artinya.
Persaan hancur karna cita itu biasa.
Mencoba untuk ikhlas dan lapang dada.
Jangan putus asa hanya karena cinta.
Percaya dan mencoba untuk menerimanya.
Suatu saat kita juga kan bahagia.
Karena cinta sejati itu ada.

0 komentar:

Post a Comment