Tuesday, December 25, 2012

Kugenggam Penuh Pesanmu


Hatiku mulai berselimut kesunyian
desiran angin mengusik kerinduan
Mengukir wajah anggun sang pujaan
mengeja bayangmu ditepian angan

Kasih...
Derap ayunan langkah kakimu
masih jelas terdengar ditelingaku
lambaian lentiknya jemarimu pun
masih terlihat di bola mataku

Kini...
Didalam keheningan raut malam,
diantara taburan kerlip bintang,
dan cahaya ranum sang rembulan,
kumulai menghitung butir sepi.

Satu kupinta...
Baik baiklah duhai engkau disana
usah hiraukan rinduku tentangmu
gapailah apa yang menuntunmu
karnaku disini menggenggam pesanmu

Dengarlah olehmu
gemercik air hujan diserambi
dan desir angin yang tertahan-tahan
mereka adalah saksi kesunyian ini
kau biarkan aku dalam kesendirian
hingga tiada keceriaan hari-hariku
kau begitu kejam begitu kata hatiku
kini lebih baik kau tak kembali
hingga kau temui pengganti
untuk hati kejammu

0 komentar:

Post a Comment