Tuesday, December 25, 2012

Semalam Di Danau Bedani

dawai gitarmu menggetarkan malam ini,
Diatas danau bedani yang luas ini kita bernyanyi sendu.
Tak terbaca oleh waktu.
Tak terhimpit oleh ruang sempit.
Lentera yang menerangi kita, bagai ribuan kunang bertebaran dan terbang disekitar.
Kelamnya malam tak menyurutkan bahagiaku atasmu.
Demi ruas-ruas rusuk yang ada dalam tubuhku, demi tetes-tetes darah yang mengalir melalui jantungku.
Aku bahagia malam ini denganmu.
Aku tak ingin kembali, dan aku tak ingin pagi menjelang mengusir tawa yang kita pahat diantara malam.
Kepingan nada yang terlantun bersama, menjadikan detik dan menit yang kita lalui lebih berarti.
Lebih dari sekedar arti hidup yang kurasa saat ini.
Mungkin ini hanya smentara, sbelum akhirnya pagi datang dan dirimu harus pergi jauh.
Pergi meninggalkanku untuk menggapai mimpi yang selama ini kau tunggu.
Aku tak ingin kau pergi, walau harus ikhlas melepasmu.
Gapailah mimpimu, lekas kembali, aku disini menunggumu.
Cintaku tak akan lekang oleh apapun, tak akan gentar oleh badai.
Hanya waktu yang aku tunggu untuk menjawab kesetiaanmu.
Semoga dirimu mengerti.

0 komentar:

Post a Comment